Sabu adalah salah satu narkoba yang paling berbahaya untuk kesehatan tubuh, karena pengguna dari sabu dapat merasakan kecanduan dan bisa membuat berbagai masalah kesehatan.

Banyak sekali orang yang tergoda untuk mencoba sabu karena berbagai alasan, misalnya seperti efek pergaulan, coba-coba, boosting stamina, dan juga keinginan menjaga berat badan.

Orang yang kecanduan sabu biasanya menambah dosis penggunaanya terus menerus dari waktu ke waktu.

Banyak yang tidak sadar adalah penggunaan sabu berdampak pada kerja organ utbuh kita dan bsia menyebabkan kerusakan dalam penggunaan jangka Panjang.

Pengguna sabu biasanya akan mengalami peningkatan resiko jantung, stroke, kerusakan hati, penekanan kekebalan, dan juga penyakit parkionson.

Kondisi ini bisa sangat fatal sehingga penggunaan sabu ini dilarang di hampir semua negara di seluruh dunia.

Efek dari sabu sendiri sebenarnya lebih jauh dari itu, karena efeknya tetap akan terkena walaupun penggunanya telah berhenti mengonsumsinya.

Karena itulah sangat penting untuk menjauhkan diri dan juga lingkungan sekitar dair penyalahgunaan sabu ini agar tehindar dari efek buruk.

Berikut ini adalah efek buruk dari penggunaan sabu bagi tubuh kita menurut para ahli dari American Addicton Center.

  • Otak

Sabu alias meth memiliki efek kuat pada neurotransmiter di otak, seperti dopamin dan serotonin.

Perasaan “tinggi” metamfetamin dihasilkan oleh pelepasan bahan kimia ini secara berlebihan, yang dengan cepat menghabiskan suplai otak dan memicu kerusakan.

Kecanduan jenis narkoba ini juga menyebabkan penyakit Parkinson, lima kali lipat lebih berisiko pada wanita.

Efek sabu pada sel otak selanjutnya dapat menyebabkan perkembangan psikosis, gejalanya seperti halusinasi dan paranoia yang sangat mirip dengan skizofrenia.

Meskipun gejala ini dapat hilang dalam 1-6 bulan setelah berhenti, banyak pula yang bertahan dalam jangka panjang.

  • Otot

Sabu juga memberikan efek buruk pada sistem muskuloskeletal tubuh misalnya saja rhabdomyolysis.

Kondisi ini melibatkan penghancuran jaringan otot yang cepat, dengan potensi pelepasan racun dari isi sel yang rusak ke dalam aliran darah.

Rhabdomyolysis yang diinduksi metamfetamin dapat menyebabkan nyeri otot yang meluas, fluktuasi elektrolit serum yang tak terkontrol, dan gagal ginjal ireversibel.

  • Gigi

Kesehatan mulut juga menjadi salah satu yang terdampak apabila kita kecanduan sabu.

Bahan terlarang ini menyebabkan mulit kering dan kekurangan air liur yang mengikis kemampuan tubuh untuk menangkis bakteri penyebab gigi berlubang.

Para pecandu juga akan gigi yang terkikis secara kompulsif sehingga lebih cepat aus. Tak heran jika banyak yang mengalami kerusakan parah, retak, dan kehilangan giginya begitu saja.

  • Jantung

Organ yang punya fungsi penting memompa jantung ini juga tak lepas dari pengaruh buruk penggunaan sabu.

Misalnya saja peningkatan detak jantung pengguna sehingga menyebabkan palpitasi jantung, ditandai dengan perasaan berdebar yang kuat.

Efek lainnya ialah aritmia alias detak jantung tidak teratur yang menyebabkan pusing, kolaps, atau bahkan serangan jantung.

  • Sistem pernapasan

Efek stimulan metamfetamin menyebabkan pernapasan cepat, batuk hebat, trauma pernapasan seperti paru-paru yang kolaps (pneumotoraks) dan pelepasan udara ke dalam tubuh di luar paru-paru (pneumomediastinum).

Kotoran sisa sabu yang tersimpan di paru-paru dapat membentuk granuloma dan menyebabkan penyakit paru interstisial.

  • Hati dan sistem Gastrointestinal

Hepatitis dan peradangan hati adalah penyakit yang harus diwaspadai pengguna sabu karena dapat menyebabkan kerusakan progresif dari waktu ke waktu.

Risiko lainnya ialah menyebabkan penyakit kuning, sirosis, pendarahan, dan kerusakan sistem saraf.

Penyempitan pembuluh darah akibat penggunaan sabu dapat memutus aliran darah ke usus, berpotensi menyebabkan kematian jaringan.

Hal ini dapat menyebabkan perforasi dinding usus dan peritonitis, infeksi rongga perut yang berpotensi fatal.

  • Imunitas

Penggunaan sabu juga dapat mempengaruhi fungsi sistem tubuh meskipun efeknya tidak terlalu terasa.

Tubuh akan kekurangan kemampuan melawan dan melawan bakteri, virus, dan jamur penyebab penyakit.

Akibatnya, pengguna sabu menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit menular.

 

Nah, kira-kira itulah beberapa organ tubuh yang bisa rusak apabila kita menggunakan sabu, semoga artikel ini berguna dan juga bermanfaat.